Tahapan Pemulihan Kesehatan Pascabencana, Dari Rumah Sakit Hingga Puskesmas

Papan Narasi – Pemulihan kesehatan pascabencana merupakan proses berkelanjutan yang dimulai sejak fase tanggap darurat hingga kondisi kesehatan masyarakat kembali stabil. Bencana alam seperti gempa bumi, banjir, atau letusan gunung berapi sering menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental korban. Oleh karena itu, diperlukan tahapan pemulihan yang terstruktur, melibatkan berbagai fasilitas layanan Kesehatan, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas.

Tahap awal pemulihan kesehatan biasanya berlangsung di rumah sakit. Pada fase ini, fokus utama adalah penanganan medis lanjutan bagi korban dengan luka berat, komplikasi, atau penyakit yang muncul akibat bencana. Rumah sakit berperan dalam memberikan perawatan intensif, tindakan bedah bila diperlukan, serta stabilisasi kondisi pasien. Selain itu, rumah sakit juga menjadi pusat rujukan bagi kasus-kasus yang tidak dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Di tahap ini, pencatatan data medis korban sangat penting sebagai dasar pemantauan kesehatan jangka panjang. Setelah kondisi pasien membaik dan tidak lagi memerlukan perawatan intensif, proses pemulihan berlanjut ke tahap rehabilitasi. Rehabilitasi tidak hanya mencakup pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan psikologis. Banyak korban bencana mengalami trauma, stres, atau gangguan kesehatan mental lainnya.

Layanan rehabilitasi medik dan psikososial mulai diperkuat, baik di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan rujukan lainnya. Koordinasi antar tenaga medis, psikolog, dan pekerja sosial menjadi kunci agar pemulihan berjalan optimal. Peran puskesmas menjadi semakin penting pada tahap pemulihan lanjutan. Sebagai fasilitas kesehatan terdekat dengan masyarakat, puskesmas berfungsi memastikan kesinambungan layanan kesehatan setelah pasien kembali ke lingkungan tempat tinggalnya.

Puskesmas memberikan layanan kontrol kesehatan, pengobatan penyakit ringan hingga kronis, serta pemantauan kondisi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, lansia, dan penyandang disabilitas. Selain itu, puskesmas juga berperan dalam mendeteksi dini potensi wabah penyakit yang sering muncul pascabencana akibat sanitasi yang belum pulih sepenuhnya. Upaya promotif dan preventif juga menjadi bagian penting dalam tahapan pemulihan kesehatan pascabencana. Puskesmas bersama kader kesehatan dan masyarakat melakukan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, pengelolaan air bersih, serta pencegahan penyakit menular.

Kegiatan imunisasi, pelayanan gizi, dan pemeriksaan kesehatan rutin digencarkan untuk mempercepat pemulihan kualitas hidup masyarakat terdampak. Tahap akhir pemulihan kesehatan ditandai dengan kembalinya sistem layanan kesehatan ke kondisi normal dan meningkatnya kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatannya. Evaluasi terhadap respons dan pemulihan kesehatan pascabencana perlu dilakukan sebagai bahan perbaikan di masa mendatang. Dengan sinergi antara rumah sakit, puskesmas, pemerintah, dan masyarakat, proses pemulihan kesehatan pascabencana dapat berjalan efektif dan berkelanjutan, sehingga masyarakat mampu bangkit dan beradaptasi kembali setelah bencana.

By admin