Fujikura Tinggalkan Bisnis Kabel, JECC Ambil Langkah Buyback Terukur

Papan Narasi – Keputusan Fujikura Group untuk meninggalkan bisnis kabel global membawa dampak nyata pada struktur kepemilikan di JECC. Dari total 20% saham milik Fujikura di JECC, perusahaan kabel Indonesia ini merencanakan pembelian kembali (buyback) saham sebesar 6,4%. Sisa saham dari kepemilikan Fujikura akan diambil alih oleh PT Monaspermata Persada, yang akan meningkatkan porsi kepemilikannya menjadi lebih dari 60%. Manajemen JECC melalui Direktur Keuangan menegaskan bahwa buyback dilakukan sebagai respons terhadap keputusan Fujikura mundur, bukan atas inisiatif sendiri.

Buyback ini dijadwalkan berlangsung antara 23 Oktober sampai 5 Desember 2025, menggunakan dana internal perusahaan sebesar sekitar Rp 29,48 miliar untuk membeli sekitar 49.050.000 lembar saham. Langkah ini dinilai sebagai upaya stabilisasi terhadap fluktuasi pasar dan menjaga kepercayaan investor. JECC percaya bahwa buyback tidak akan mengganggu operasi usaha maupun arus kas, karena modal kerja dan likuiditas perusahaan masih cukup. Perubahan kepemilikan ini bisa membawa beberapa implikasi strategis. Pertama, mayoritas saham sekarang dikuasai Monaspermata, sehingga kontrol perusahaan berada lebih terpusat di satu pemegang saham.

Hal ini bisa memperkuat keputusan-keputusan korporasi di masa depan tanpa harus melalui banyak pemegang saham minoritas. Kedua, dengan buyback saham, jumlah saham beredar di pasar berkurang yang pada gilirannya bisa mendongkrak nilai per lembar saham bagi investor sisa. Selain itu, keluarnya Fujikura dianggap sebagai titik akhir kolaborasi global dalam bisnis kabel di JECC. Meskipun demikian, manajemen menegaskan bahwa operasional produksi tetap berlanjut, dan keputusan ini tidak akan mempengaruhi stabilitas perusahaan.

Bagi investor, kombinasi antara buyback terukur dan restrukturisasi pemegang saham ini bisa menjadi sinyal positif perusahaan menunjukkan komitmen terhadap stabilitas dan mempertahankan value. Namun, investor juga perlu memperhatikan risiko terkait perubahan pengendalian perusahaan dan bagaimana strategi jangka panjang akan dijalankan oleh pemegang saham mayoritas baru. Dengan demikian, langkah JECC menanggapi keputusan Fujikura melalui buyback saham dan restrukturisasi kepemilikan menggambarkan adaptasi korporasi terhadap dinamika global dan kebutuhan menjaga kepercayaan pasar, sambil menjaga keberlangsungan usaha kabel di Indonesia.

By admin