Upacara HAB, Amsakar Tekankan Kerukunan Dan Penguasaan Teknologi

Papan Narasi – Pada peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) tahun 2026, Amsakar, seorang tokoh penting dalam pemerintahan, memberikan sambutan yang mengangkat dua hal krusial yang menjadi fokus dalam memajukan bangsa Indonesia: kerukunan dan penguasaan teknologi. Dalam pidatonya, Amsakar menekankan bahwa dua aspek tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam membangun masa depan bangsa yang lebih baik dan sejahtera.

Kerukunan antar umat beragama dan antarmasyarakat merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan negara. Amsakar mengingatkan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan keberagaman suku, agama, dan budaya, membutuhkan rasa saling menghargai dan hidup berdampingan secara damai. Upacara HAB kali ini bukan hanya sebagai momen untuk memperingati perjalanan panjang kementerian dan lembaga yang ada, tetapi juga untuk menegaskan pentingnya menjaga kerukunan sebagai fondasi yang kokoh untuk kemajuan Indonesia.

“Kerukunan adalah kekuatan kita. Tanpa kerukunan, Indonesia yang kita cintai ini tidak akan dapat bertahan dalam menghadapi tantangan global. Kita harus membangun Indonesia yang rukun, saling menghargai, dan tidak terpecah belah,” ujar Amsakar dalam sambutannya. Dengan tegas, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain itu, Amsakar juga menyoroti pentingnya Penguasaan Teknologi sebagai salah satu faktor penentu dalam kemajuan bangsa. Seiring berkembangnya zaman, teknologi memainkan peran yang semakin vital dalam hampir setiap aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pemerintahan. Oleh karena itu, Amsakar menekankan bahwa masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, harus mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi dengan bijak.

“Di era digital ini, kita tidak boleh tertinggal. Teknologi adalah kekuatan baru yang harus kita kuasai. Generasi muda Indonesia harus siap dengan kemampuan teknologi yang mumpuni, agar dapat bersaing di level global,” tambah Amsakar. Ia mengingatkan bahwa penguasaan teknologi tidak hanya terbatas pada kemampuan menggunakan gadget atau media sosial, tetapi juga mencakup kemampuan untuk berinovasi, menciptakan solusi baru, dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Amsakar mengakui bahwa meskipun Indonesia telah menunjukkan kemajuan dalam bidang teknologi, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, seperti kesenjangan digital antara daerah perkotaan dan pedesaan, serta akses yang terbatas bagi sebagian besar masyarakat untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan teknologi yang memadai.

Sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah berencana untuk terus memperkuat infrastruktur teknologi dan digitalisasi di berbagai sektor, termasuk pendidikan, layanan kesehatan, dan sektor publik lainnya. Program-program pelatihan teknologi untuk generasi muda dan pengusaha kecil menengah akan terus digalakkan, dengan harapan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mempercepat kemajuan ekonomi Indonesia.

Dalam penutup pidatonya, Amsakar mengajak seluruh warga negara untuk berperan aktif dalam menjaga kerukunan, membangun kebersamaan, serta menguasai teknologi demi mencapai visi Indonesia maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi. Ia berharap bahwa dengan mengedepankan dua hal penting ini, Indonesia akan semakin kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

Melalui peringatan HAB kali ini, Amsakar ingin menegaskan bahwa kerukunan dan penguasaan teknologi bukanlah hal yang terpisah, melainkan dua kekuatan yang saling mendukung dalam mewujudkan kemajuan bangsa. Dengan semangat kebersamaan dan kesiapan menghadapi kemajuan teknologi, Indonesia diharapkan dapat tumbuh menjadi negara yang lebih maju dan berdaya saing di kancah internasional.

By admin